- oleh Girimulyo1
- 15 Juli 2025 13:19:02
- 77 views
Pada hari Sabtu, 03 Mei 2025 Puskesmas Girimulyo I melaksanakan Pemantauan dan Monitoring pada Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Serentak di Dusun Ngesong, Kalurahan Giripurwo di wilayah kerja Puskesmas Girimulyo I. PSN dilaksanakan desa di wilayah kerja puskesmas. Kegiatan PSN dilakukan oleh tim petugas Puskesmas Girimulyo I bersama dengan lintas sektor seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kalurahan, Kapanewon, Dukuh dan Kader. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan mengurangi penyebaran DBD serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu, tujuan utama dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai vektor penyebab Demam berdarah Dengue (DBD) maupun Chikungunya, dengan cara menghilangkan tempat perkembangbiakannya.
DBD merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue tipe 1-4. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang sebelumnya terinfeksi virus dengue dari penderita DBD lainnya
Dimana ciri-ciri nyamuk DBD sebagai berikut :
- Memiliki dasar tubuh berwarna hitam dengan garis-garis putih keperakan di seluruh tubuh dan tungkai.
- Memiliki corak bergelombang di toraks untuk Aedes aegypti sedangkan Aedes albopictus garis putih lurus di toraks.
- Ukuran tubuhnya rata-rata 3 sampai dengan 4 cm dan umumnya lebih kecil Aedes aegypti dari Aedes albopictus.
- Habitat lebih sering ditemukan di dalam ruangan, di sekitar rumah, dan di tempat-tempat penampungan air bersih untuk Aedes aegypti sedangkan Aedes albopictus lebih sering ditemukan di luar ruangan, di kebun-kebun, dan di sekitar hutan.
- Waktu gigitan nyamuk Aedes aegypti lebih aktif menggigit pada siang hari sedangkan Aedes albopictus lebih aktif menggigit pada pagi dan sore hari.
- Nyamuk DBD kebanyakan umumnya bertahan 10 sampai dengan 14 hari. Paling lama 2 sampai dengan 3 minggu.
- Nyamuk betina dewasa bisa bertelur setiap 2-3 hari sekali, dengan jumlah 30-150 butir telur per kali bertelur, bahkan bisa mencapai 400 butir.
- Siklus hidup nyamuk dari telur hingga dewasa membutuhkan waktu sekitar 7-8 hari.
- Nyamuk dalam wadah seperti Aedes aegypti dan Aedes albopictus menaruh telurnya langsung di sepanjang garis air pada permukaan bagian dalam wadah.
- Nyamuk Aedes biasanya berkembang biak di tempat-tempat yang terdapat genangan air bersih, seperti ban bekas, pot bunga, atau wadah-wadah kecil lainnya yang menampung air, tempat minum hewan, bak kamar mandi, genangan air dilantai dan tempat penampung air lainnya yang dapat menjadi perkembangbiakan jentik nyamuk atau wadah bertelur nyamuk.
Maka dari itu, kegiatan gerakan PSN perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit lainnya.
Kegiatan PSN adalah sebuah gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M plus. PSN 3M plus dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Kegiatan PSN dilakukan dengan 3M Plus yaitu :
- Menguras dan menyikat atau membersihkan tempat penampungan air secara rutin
- Menutup rapat semua tempat penyimpanan air
- Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah dan limbah barang yang bernilai ekonomis.
Kegiatan tambahan (Plus) yang dapat dilakukan untuk pencegahan DBD yaitu :
- Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
- Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
- Menggunakan kelambu saat tidur.
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
- Menanam tanaman pengusir nyamuk.
- Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah supaya tidak gelap dan lembab.
- Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain- lain.
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi monitoring kegiatan PSN yang dilaksanakan di wilayah Dusun Ngesong, Kalurahan Giripurwo mencapai Angka Bebas Jentik (ABJ) yaitu 64,23% dari 151 rumah yang diperiksa. Hasil ABJ tersebut <dari standar ABJ Kemenkes RI yaitu >95% yang artinya belum memenuhi syarat untuk Dusun Ngesong, Kalurahan Giripurwo. Angka ini menunjukkan masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan DBD.
Dengan adanya kegiatan pemantauan, evaluasi dan monitoring PSN ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga dapat menekan kasus DBD di wilayah Dusun Ngesong, Kalurahan Giripurwo. Kegiaatn ini akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman DBD terutama pada Kapanewon Girimulyo.
